My Word, My Mind, My Adventure

Category Archives: silence ~the series~

Sudah lama rasanya Damien tak memikirkan masalah agama. Perkara itu sudah lama ditinggalkannya. Tapi ini bukan berarti dia menjadi pria barbar yang tak tentu arah. Dia hanya percaya bahwa selama kau berbuat baik, lingkungan akan menerimamu. Pendapatnya mungkin benar. Paling tidak, selama dia bekerja, tak ada halangan berarti. Pelanggan setia ada. Keuangan pun lancar. Tidak [...]


Kicau burung pagi membangunkan Damien. Sinar matahari telah mengintip dari sela-sela jendela. Dengan malas Damien bangun dan mencuci mukanya. Diambilnya dua lembar roti bakar yang sudah tersedia di meja makan. “pagi anakku.” Sapa ibu Damien hangat sembari berkutat di dapur. “ayah mana, bu?” “lagi olahraga. Ikut sana.” “bu, boleh nanya?” “ga boleh.” “sejak kapan ibu [...]


Kembali pada rutinitasnya, Damien sibuk mereparasi mobil di bengkelnya. Kali ini dia agak santai bekerja karena tidak banyak kendaraan yang harus dia reparasi. Damien melangakah ke sebuah meja. Dia duduk dan menegak segelas teh hangat. Dipandanginya ladang gandum di seberang jendela. Ia bermain dengan pikirannya sendiri. Kata-kata Sarah tempo hari kini kembali terngiang. ‘atau mungkin [...]


Ah, Florent memang selalu bisa membuat Damien menurut. Mereka berjalan menerobos para penikmat musik, membiarkan orang-orang itu penasaran dengan musik-musik mereka di lain hari. Mata Damien tertuju pada seorang gadis yang duduk di pinggir kolam berair mancur. “oh ya, tadi aku bertemu Sarah. Aku memintannya menemani jalan-jalan kita kali ini.” Seperti biasa, Damien tak berkomentar. [...]


“Sarah? “ ulang Florent. “ho.. jadi gadis itu Sarah. Sepertinya aku kenal dengannya.” “oya?” “iya. Kakaknya, Kenan, kawan kuliahku. Dia sering main kemari, kadang dia mampir bersama adiknya, membawakan makanan. Masakan Sarah enak,lho!” “oya? Perut luas!” “perut luas? Teganya! Begini begini badanku atletis!” “belum tentu sehat.” “memangnya kau sehat?” “kau perokok, aku tidak. Aku lebih [...]


Hening, Buta arah, Tanpa adanya kepastian, Apa kau tahu rasanya sangat menyiksa?


Di negara ini, tak banyak orang mengekspresikan keimanan mereka. Entah karena mereka tak mau, atau memang karena undang-undang yang melarang mereka. Mungkin juga karena memang rasa itu sudah tidak terlalu kuat sehingga undang-undang itu akhirnya bisa sah juga. Sarah sebagaimana gadis Paris lainnya, adalah seorang gadis manis yang memikat. Wajah yang selalu berbinar dan gaya [...]


Tapi hanya sejenak damien terpaku. Damien lalu bangkit dan mengejar Sarah. Saat mata mereka bertemu, damien berkata, “kau tahu, ibuku juga mengenakan penutup kepala sepertimu.” Namun Sarah menjawab dengan dingin, “oh, kejutan.” Kesunyian melanda. Mereka masing-masing merasa canggung dan terlalu banyak pikiran yang melintas di benak mereka. Kesunyian ini sungguh memilukan. Damien lalu menanyakan hal [...]


Sebulan berselang, Damien kecewa lagi. Florent kembali tidak bisa menemaninya menyusuri Seine. Mungkin Florent sudah bosan menyusuri Seine. Apa boleh buat, dia pergi sendiri. Duduk di tepi sungai, memandang bangunan tua nan indah di seberang. Kastil mungkin. Dengan atap runcing bagai pensil, dengan warna coklat yang membawa kesan masa lalu. Kegiatan melamun ini, entah mengapa, [...]


Siang itu Damien pergi ke kota dengan scooter-nya, mencari onderdil yang tak ada di bengkelnya. Di kota kecil seperti ini, memang sulit untuk mendapatkan barang-barang . Namun kota ini adalah kota miliknya, kota ia tumbuh besar, kota orang tuanya menetap. Tidak ada tradisi tinggal dengan orang tua disana, namun ia tidak bisa meninggalkan orang tuanya [...]



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 508 other followers